tkj
Minggu, 07 Juli 2013
sharing printer linux ke Windows XP
langsung saja kita ke langkah yang pertama :
langkah pertama:
apabila samba pada linux blankon blum ada, maka samba di install terlebih dahulu. gunakan perintah:
$sudo apt-get install samba smbfs
setelah sudah di pastikan terinstall, maka langkah selanjutnya edit file samba.conf.
$sudo gedit /etc/samba/smb.conf
tambahkan baris berikut:
#tambahkan pada [General] :
printcap name = cups
printing = cups
security = share
# tambahkan pada [printers] :
[printers]
browseable = yes
printable = yes
public = yes
create mode = 0700
guest only = yes
use client driver = yes
path = /tmp
setelah itu simpan hasil editan samba.conf yang telah di tambahkan, lalu restart samba dengan perintah :
$sudo /etc/init.d/samba restart
kemudian, Lihat hasilnya dari client Windows XP dengan melakukan penambahan printer, masuk control panel/printers/add network printer. Browse pada network printer. Selanjutnya tinggal ikuti langkah setting printer seperti biasa.
semoga bermanfaat.
sumber : forum linux indonesia
Jumat, 05 Juli 2013
Selasa, 02 Juli 2013
konfigurasi DNS
Tutorial sebelumnya :Tutorial : Mudahnya
Konfigurasi DNS Server pada openSUSE/SLES Bagian 1
Pada tutorial ini saya
akan menggunakan contoh konfigurasi sebagai berikut :
Nama domain : vavai.com
IP Address Server :
192.168.0.1
IP Address diatas akan
digunakan untuk seluruh records yang digunakan. Jika menginginkan IP address
yang berbeda untuk records tertentu silakan ubah sesuai keperluan.
Saya menggunakan SLES 11
sebagai contoh namun tutorialnya bisa digunakan untuk openSUSE 10.x dan 11.x.
Mari kita mulai :
1.
Buka YAST | Software
| Software Management. Cari package bindkemudian
beri tanda centang dan kemudian klik Accept untuk melakukan instalasi. YAST
akan secara otomatis mendeteksi dependency file yang dibutuhkan dan melakukan
instalasi package tersebut. Kita bisa juga menggunakan Pattern dhcp dns server jika menginginkan
instalasi menggunakan pola yang sudah didefinisikan. (Instalasi melalui pattern
ini jauh lebih mudah jika instalasi yang dilakukan memerlukan package yang
banyak. Pattern Web & Lamp
Server misalnya, secara otomatis akan melakukan instalasi Apache Web
Server, Database MySQL dan engine PHP tanpa harus memilihnya satu persatu. Pattern
bisa diibaratkan sebagai kumpulan package yang memiliki fungsi tertentu)
`
`
Gambar 1 : YAST Software Management
2. Tutup
YAST agar YAST melakukan refresh package yang diinstall
3. Buka Yast | Network Service | DNS Server
`
`
Gambar 2 : Network Services pada YAST
4. Pada
wizard pertama, YAST menampilkan forwarder setting, yaitu DNS server forwarder
yang akan digunakan untuk melakukan look up address jika suatu alamat tidak
ditemukan di DNS server lokal. YAST biasanya mengambil data isian dari
konfigurasi DNS yang sudah disetting. Untuk wizard ini kita bisa menggunakan
setting default. Klik Next.
`
`
Gambar 3 : Forwarder Setting
5.
Tambahkan Zone baru. Ketik nama domain (vavai.com) pada Zone name, Pilih master pada Zone type dan
kemudian klik Add
Gambar 4 : DNS Zone
6. Klik
Edit untuk mengisi records pada Zone domain yang baru saja kita buat
`
`
Gambar 5 : DNS Records
7.
Biarkan tab pertama (Basics)
demikian adanya. Kita akan menggunakan setting default, yaitu menggunakan
seluruh Zone Transport. Klik pada tab kedua, NS
Records
8. Ketik ns1 pada Name Server to Add dan
kemudian klik Add. YAST akan cukup cerdas untuk menggunakan fasililitas auto
complete dan menuliskan records secara lengkap, berikut tanda titik dibagian
akhir (dalam contoh : ns1.vavai.com.). Pada konfigurasi DNS, tanda titik ini
berarti dibelakang records tersebut tidak perlu ditambahkan nama domain. Untuk
nama name server, ns adalah nama standar, singkatan dari name server. ns1
berarti name server 1, kita menyiapkan kemungkinan jika nantinya ada 2 server atau
lebih bisa kita beri nama ns2, ns3 dan seterusnya. Name server berarti server
yang berfungsi sebagai pemberi nama bagi komputer klien yang menanyakannya.
Misalnya ada komputer klien yang bertanya, “Kalau si mail.vavai.com itu
alamatnya dimana ya ?”, maka itu akan menjadi tugas dari Name Server.
`
`
Gambar 6 : NS Records
9. Pindah
ke tab ketiga, MX Records. Ketik
nama host, misalnya mail pada
isian Address.
Jangan lupa berikan prioritas untuk mail server tersebut (default 0, biasanya
kelipatan 10, semakin kecil berarti semakin tinggi prioritasnya). Nama host
pada MX records ini akan menjadi rujukan bagi name server bahwa transport email
untuk nama domain vavai.com akan
ditangani oleh mail.vavai.com
`
`
Gambar 7 : MX Records
10. Biarkan
tab ke empat (SOA) seperti adanya, kita akan menggunakan setting default. Tab
SOA berisi setting mengenai kapan suatu alamat records direfresh. SOA
mendefinisikan waktu propagasi suatu DNS Server.
`
`
Gambar 8 : SOA Records
11. Pindah
ke tab terakhir, yaitu tab records.
Disini kita akan mendefinisikan alamat IP untuk masing-masing nama records.
Ketik ns1 pada
isian Record key, Pilih
A (Address Records) sebagai tipe records dan kemudian isi IP Address pada
bagian records value.
Karena saya menggunakan komputer yang sama sebagai name server dan mail, saya
mengisi IP address Zimbra pada bagian records value. Kemudian klik Add. Lakukan
hal yang sama untuk identifikasi IP Address mx records. Ketik mail (atau nama yang ada pada
bagian MX records), pilih A (Address Records) sebagai tipe records dan masukkan
IP Zimbra pada records value kemudian
klik Add
`
`
Gambar 9 : Definisi Records
12. Lakukan
hal yang sama untuk records lain yang diinginkan, misalnya saya membuat records smtp.vavai.com dan pop.vavai.com yang merupakan canonical
name (nama alias atau nama lain) dari mail.vavai.com. CName atau Canonical Name
bisa digunakan untuk menyederhanakan pola penulisan records. Jika satu waktu
ada perubahan IP Address dari mail.vavai.com, alamat IP pop.vavai.com dan smtp.vavai.com
akan secara otomatis mengikuti perubahan tersebut.
`
`
Gambar 10 : Contoh penambahan Canonical Name
13. Klik OK
14. Klik
Next
15. Pilih On : Start up now and When Booting agar
DNS Server langsung dijalankan saat ini dan setiap waktu booting
16. Klik
Finish
`
`
Gambar 11 : Wizard terakhir, service DNS Server dijalankan saat
booting
17. Testing
DNS Server menggunakan perintah nslookup, contoh : nslookup ns1.domain.tld
dan nslookup mail.domain.tld. Contoh pada tutorial ini : nslookup
ns1.vavai.com dan nslookup mail.vavai.com. DNS Server akan meresponnya dengan
menampilkan IP Address. respon yang benar akan menghasilkan IP Address dari
records-records yang sudah didefinisikan. Jika ada pesan kesalahan, investigasi
ulang pesan kesalahannya. Untuk testing bisa juga menggunakan perintah dig.
Contoh tampilan hasil
check :
Langganan:
Komentar (Atom)










